Banyak yang
mempertanyakan, mengapa Iran terus menyuarakan pembelaan pada Palestina? Apakah
ini karena Iran ingin “ambil muka” di Dunia Islam? Banyak yang mempertanyakan,
“Mana bukti bahwa Iran anti-Israel? Hingga kini tidak ada satu peluru pun yang
diarahkan Iran ke Israel!”
Ketika akhirnya Iran, sebuah negara yang diembargo
habis-habisan oleh Barat, berhasil membangun kekuatan teknologi militernya dan
membuat sendiri rudal hipersonik yang mampu menembus jantung pertahanan udara
Israel, tuduhan bergeser, “Itu aksi pura-pura saja, buktinya, rudal itu tidak
menghancurkan Israel!”
Jika kita mempelajari sejarah, kita bisa melihat
perlawanan Iran terhadap AS dan Israel tidak dimulai dari Palestina, melainkan
dimulai dari dalam negeri. Bangsa Iran selama puluhan tahun menjadi korban
penindasan ekonomi dan politik yang dilakukan AS dan Israel, dengan
memanfaatkan tangan rezim Shah Pahlevi.
Dalam berbagai orasi protesnya melawan rezim Shah, pemimpin
Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini sering menyebut kejahatan AS dan Israel
terhadap bangsa Iran. Di antaranya:
Orasi Imam
Khomeini tanggal October 26, 1964, di rumahnya di kota Qom:
Beberapa
hari yang lalu, rancangan undang-undang itu dibawa ke majelis rendah Parlemen
dan dilakukan pembahasan. Beberapa anggota dewan memang menyuarakan penolakan,
tetapi rancangan itu tetap saja disahkan. Mereka mengesahkannya tanpa rasa
malu, dan pemerintah pun dengan tanpa malu membela tindakan memalukan ini.
Mereka telah merendahkan martabat rakyat Iran ke tingkat yang lebih rendah dari
seekor anjing milik orang Amerika.
Jika
seseorang menabrak seekor anjing milik orang Amerika, ia akan diadili. Bahkan
jika Shah sendiri yang menabraknya, dia pun akan diadili. Tapi jika seorang
juru masak Amerika menabrak Shah, atau menabrak marja‘ Iran (otoritas agama
tertinggi), atau pejabat paling senior sekalipun, tidak seorang pun berhak
mengajukan keberatan. Kenapa? Karena mereka menginginkan pinjaman dari Amerika,
dan Amerika menuntut hal ini sebagai imbalannya! Tampaknya memang demikian.
Beberapa
hari setelah undang-undang ini disahkan, mereka langsung mengajukan permintaan
pinjaman sebesar 200 juta dolar dari Amerika, dan Amerika menyetujuinya.
Disebutkan bahwa jumlah 200 juta akan dibayarkan kepada pemerintah Iran dalam
jangka waktu lima tahun, dan Iran akan mengembalikan 300 juta kepada Amerika
dalam jangka waktu sepuluh tahun. Apakah kalian paham apa arti semua ini?
Amerika akan
menerima 100 juta dolar—atau 800 juta tuman—hanya sebagai bunga! Namun, lebih
dari itu, Iran telah menjual dirinya sendiri demi memperoleh dolar-dolar ini!
Pemerintah telah menjual kemerdekaan kita, merendahkan kita ke tingkat sebuah
koloni, dan membuat bangsa Muslim Iran tampak lebih hina daripada kaum barbar
di mata dunia! Mereka melakukan semua ini demi sebuah pinjaman sebesar 200 juta
dolar, yang harus dibayar kembali sebesar 300 juta dolar! Apa yang harus kita
lakukan menghadapi bencana seperti ini?
Pada tanggal 22 Juni 1971, saat Imam Khomeini diasingkan Shah ke Irak,
ia berorasi di masjid Shaykh Ansari, kota Najaf, mengomentari pesta besar yang
akan diadakan Shah:
Menurut
laporan, sebanyak 80 juta tuman akan dihabiskan hanya untuk Teheran dalam
rangka mempersiapkan kota bagi perayaan tersebut. Para ahli telah diundang dari
Israel untuk mengurus persiapan acara perayaan itu—dari Israel, negara yang
merupakan musuh Islam, yang saat ini sedang berperang melawan Islam, yang telah
menghancurkan Masjid al-Aqsa—sebuah kejahatan yang coba ditutup-tutupi oleh
sebagian orang.
Selain itu,
menurut siaran radio besar dunia, kapal-kapal tanker minyak Iran sedang dalam
perjalanan menuju Israel, penuh dengan minyak Iran untuk sebuah negara yang
sedang berperang dengan kaum Muslim!
Dengan latar belakang kejahatan AS (dibantu Israel) terhadap bangsa Iran,
dan kedua entitas itu juga melakukan penjajahan ekonomi dan politik di semua
negara Muslim; serta mengadu-domba negara-negara Muslim, Imam Khomeini pun
menyeru kepada negara-negara Muslim sedunia agar bersatu melawan AS dan Israel.
Dalam
pidatonya tanggal 9 September 1964, di Masjid Azam, Qum, Imam Khomeini berkata:
Alasan
mengapa kalian melihat satu pemerintahan menyerang pemerintahan lain, yang satu
mengirimkan senjata untuk tentara yang lain, dan yang lain membalas dengan mengirimkan
senjata ke pihak lainnya, adalah karena mereka tidak bersatu di bawah panji
Islam.
Ini adalah
sebuah kemalangan bagi pemerintahan-pemerintahan Muslim, bagi negara dan
bangsa-bangsa Muslim, bahwa para imperialis telah mulai merancang
rencana-rencana mereka sejak bertahun-tahun lalu. Selama waktu yang
lama, pemerintah-pemerintah imperialis sibuk mencoba merendahkan Nabi Islam.
Lalu mereka berusaha menyebarkan gagasan bahwa hukum-hukum Islam hanyalah milik
masa seribu tahun yang lalu, dan sekarang sudah tidak relevan lagi.
Semua yang
kami serukan hanyalah agar kalian bersatu; semua Muslim seharusnya
bersatu. Kami memandang kalian semua sama. Semua Muslim, dalam pandangan
kami, jika mereka menjalankan hukum-hukum Islam, maka mereka adalah
saudara-saudara yang kami cintai.
Kami
mencintai umat Islam, apakah mereka berasal dari Turki, Arab, Iran, atau negara
mana pun, dari Afrika, Amerika, atau di mana saja. Kami mengatakan: bergandengan
tanganlah; jangan membentuk front ketiga dan bersekutu dengan Israel ….
Kalian semua seharusnya membentuk satu aliansi; kalian semua adalah Muslim,
kalian seharusnya bersandar kepada Al-Qur’an.
Dengan demikian, Imam Khomeini bisa disebut sebagai ideolog
besar yang menggugah kesadaran umat Muslim terhadap wajah asli imperialisme
global, yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Itulah mengapa ia meninggalkan
sebuah warisan terminologis yang menggema hingga kini, yaitu julukan “Setan
Besar” (Shaytān-e Bozorg) untuk Amerika Serikat. Julukan ini bukan
sekadar retorika revolusioner, tetapi didasarkan pada pengalaman empiris
panjang Iran dan bangsa-bangsa Muslim atas dominasi AS.
Sebutan Setan Besar itu disampaikan Imam Khoeini pada 5
November 1979 (setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, dan Shah Pahlevi
terguling):
“Dalam
revolusi ini, Setan Besar adalah Amerika, yang secara terang-terangan
mengumpulkan setan-setan lainnya di sekelilingnya… Jika kita melihat Amerika
Serikat, Setan Besar ini, mengangkat rantai dan mengumpulkan para setan di
sekitarnya, itu karena cengkeraman Amerika atas negeri kita dan sumber daya
kita telah terputus.”
Dunia
Semakin Mengenali Wajah Setan Besar
Setelah dua tahun terakhir dunia menyaksikan sendiri betapa
kejamnya perilaku Israel terhadap warga Palestina, terutama di Gaza, topeng AS
semakin terbuka. Dunia semakin menyadari bahwa Amerika Serikat adalah penopang
utama kekejaman rezim Zionis. Delapan puluh persen senjata Israel disuplai oleh
AS. AS juga memberikan hibah miliaran dollar kepada Israel dan menyediakan
dukungan diplomatik. Yang terbaru, tanggal 4 Juni 2025, resolusi Dewan Keamanan
PBB yang menuntut agar Israel membuka perbatasan sehingga bantuan kemanusiaan
bisa masuk, diveto oleh AS.
Dunia kini semakin menyadari bahwa benar, rezim AS
adalah Setan Besar. Rezim AS tidak hanya menindas bangsa
Palestina, lewat tangan Israel, tetapi juga bangsa-bangsa lain di dunia lewat
penjajahan ekonomi dan politiknya, tetapi juga menindas rakyatnya sendiri. Uang
pajak rakyat AS dipakai untuk membiayai Israel dan perang-perang di berbagai
penjuru dunia. Karena itulah, dalam dua tahun terakhir aksi-aksi rakyat dunia,
termasuk di AS sendiri, yang mengecam rezim Washington semakin meluas.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan Iran terhadap
Palestina bukan sebatas kebijakan luar negeri, tetapi bagian dari identitas
moral Iran. Secara umum, kebijakan luar negeri Iran adalah melawan kekuatan
imperialisme global (mustakbirin) dan Palestina adalah garda terdepan
dari pertempuran itu. Dan dalam medan perjuangan itu, AS adalah lambang
kejahatan struktural yang harus dilawan oleh seluruh umat manusia yang
menjunjung kemerdekaan, keadilan, dan harga diri.[]
Referensi
- Sumber kutipan pidato Imam Khomeni tahun 1979: https://shorturl.at/UaeH6
- Kutipan pidato tahun 1964 & 1971: Abdul Latif Parsons (ed). (2023). The Struggle of Imam Khomeini to Establish Islamic Republic of Iran – An Anthology of the Speeches of Imam Khomeini. International Resistance Publishers.
----------
Diambil dari :
https://ikmalonline.com/imam-khomeini-dan-palestina-mengapa-amerika-disebut-setan-besar/
No comments:
Post a Comment