Siapapun yang masih memiliki hati nurani pasti akan membela Palestina dan mengecam kebiadaban yang dilakukan oleh Zionis Israel. Ini juga yang membuat banyak orang dari berbagai negara berani melakukan aksi kemanusiaan dengan terjun langsung untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza.
Namun Zionis Israel yang memang tidak berperikemanusiaan tidak akan membiarkan adanya bantuan kemanusiaan tersebut terjadi. Itulah mengapa bantuan-bantuan kemanusiaan akan berusaha dicegah dengan berbagai cara. Salah satunya adalah menculik mereka-mereka yang terjun langsung untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza.
Tinggal pertanyaannya, bagaimana sikap pemimpin negara yang warga negaranya diculik oleh Zionis Israel ketika mengetahui hal ini ?
Inilah reaksi atau pernyataan sikap Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, begitu mengetahui warga negaranya diculik oleh Zionis Israel saat memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Sungguh menyedihkan melihat bahwa otoritas Israel di bawah pemerintahan Netanyahu telah menculik beberapa warga negara yang berada di armada yang berlayar menuju Palestina untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan terus mengingatkan dunia bahwa ada orang-orang yang menderita di Gaza, di Tepi Barat, di seluruh Palestina.
Sekarang Netanyahu telah melakukan (serangan) itu, menculik warga negara asing, salah satunya (warga negara) Spanyol dan membawanya ke Israel.
Saya mengatakan beberapa hal untuk Perdana Menteri Netanyahu. Yang pertama adalah bahwa Spanyol akan selalu melindungi warganya. Kedua, kita akan selalu membela hukum internasional, dan ini adalah pelanggaran baru terhadap hukum internasional. Dan yang ketiga, adalah bahwa kita menginginkan kebebasan warga negara Spanyol yang telah diculik secara ilegal oleh pemerintah Netanyahu.
Lalu bagaimana reaksi dan sikap pemerintah Indonesia ketika dua warga negaranya diculik Tentara Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza ?
Video di atas adalah pernyataan Bambang Nugroho alias Abeng, jurnalis Republika, salah seorang dari 2 orang jurnalis yang diculik oleh Tentara Zionis Israel saat berpartisipasi dalam misi kemanusiaan "Global Sumud Flotilla 2026" yang sempat mengunggah video di atas tersebut untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah Indonesia agar dapat membebaskan dirinya beserta warga negara Indonesia lainnya yang diculik dalam aksi bantuan kemanusiaan tersebut.
Dan ternyata, warga negara Indonesia yang diculik oleh Tentara Israel bukan hanya 2 orang jurnalis, melainkan masih ada 7 orang WNI yang telah diculik oleh Tentara Israel.
INGAT, amanat konstitusi Indonesia menyatakan bahwa tugas negara dan pemerintah adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Dan ingat juga, bahwa 9 orang Warga Negara Indonesia yang diculik ini dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan untuk penduduk Gaza Palestina yang sedang tertindas di mana konstitusi menyatakan bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan ini sejalan dengan sila ke-2 Pancasila yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab".
Sungguh jika pemerintah Indonesia abai terhadap nasib dua jurnalis Indonesia yang diculik Tentang Israel saat menjalankan misi kemanusiaan dengan memberikan bantuan kemanusiaan ini maka ini artinya pemerintah telah mengabaikan bahkan melanggar konstitusi dan dasar negara Indonesia.
No comments:
Post a Comment