Perjuangan membela Palestina dan menentang Israel tidaklah harus dengan mengangkat senjata, tapi juga bisa dilakukan dengan menggalang dana dan aksi kemanusiaan serta "bersuara lantang" membela Palestina dan mengecam Israel.
Inilah yang dilakukan oleh Mark Ruffalo, aktor Hollywood yang dikenal dengan memerankan Hulk. Nampaknya menyuarakan pembelaannya terhadap Palestina dan mengecam Israel adalah hal mudah, namun sesungguhnya ini sangatlah berat dan sulit. Resiko besar akan dihadapinya seperti kehilangan karier dan teman. Inilah yang terjadi dengan Mark Ruffalo yang kehilangan kariernya di Hollywod terutama perannya sebagai Hulk dan juga kehilangan teman-teman Holywood-nya.
Namun demikian, keberanian sikap dan keputusannya membela Palestina dan mengecam Israel-nya ini menunjukkan bahwa ia memang "Hulk" sejati. Mark Ruffalo tidak takut membela Palestina dan menentang Israel dengan sangat lantang.
Sikap dan suara lantangnya membela Palestina dan mengecam Israel serta menyeru dan mengajak dunia disampaikannya di media sosial.
Bukan hanya menyuarakan pembelaannya terhadap Palestina dan kecamannya kepada Israel di media sosial, Mark Ruffalo juga senantiasa memanfaatkan setiap momen akbar Hollywood untuk menyuarakan hal ini.
Seringkali juga Mark Ruffalo mengenakan asesoris-asesoris yang menunjukkan pembelaannya terhadap Palestina dalam momen-momen akbar tersebut.
Dukungan Mark Ruffalo yang non-muslim ini semakin menunjukkan bahwa pembelaan terhadap Palestina bukanlah hanya milik kalangan muslim, melainkan milik siapa saja yang masih memiliki hati nurani yang bersih dan akal yang sehat serta rasa kemanusiaan.
Dan inilah yang berusaha direduksi oleh para pelaku kejahatan kemanusiaan di Palestina, terutama mereka-mereka yang menjadi otak pelaku, yang berusaha mereduksi masalah konflik kemanusiaan di Palestina adalah masalah agama.
Dalam hal ini, saya ingin mengatakan bahwa seorang non-muslim yang berani dan lantang membela Palestina dan mengecam Israel itu lebih baik daripada seorang muslim tapi malah membela Israel baik langsung maupun tidak langsung dengan berbagai alasan.
Dan terakhir yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah bahwa diakhirnya karier kita dalam suatu perusahaan hanya karena bela Palestina dan mengecam Israel sesungguhnya bukanlah akhir dari segalanya. Namun inilah yang seringkali digembar-gemborkan oleh pihak-pihak zalim ini agar kita menjadi takut untuk membela Palestina dan mengecam Israel.
Ini juga yang telah dibuktikan oleh Mark Ruffalo. Dia diberi kepercayaan untuk menjadi produser eksekutif film "Palestina". Mungkin honor yang ia peroleh adalah lebih sedikit, tapi setidaknya cukup untuk hidup, malah lebih hidup. Karena tidak sedikit aktor dan aktris Hollywood yang merasa tidak cukup untuk hidup dikarenakan gaya hidupnya dan itu karena lingkungannya yang mengkondisikannya seperti itu.
Penulis,
Max Hendrian Sahuleka
No comments:
Post a Comment