Apa iitu membela ? Untuk membela dan yakin dengan yang kita bela maka kita harus tahu siapa yang kita bela dan mengapa kita harus membelanya. Setelah kita tahu dengan baik siapa yang kita bela dan mengapa kita harus membelanya, kita harus tahu siapa yang menzaliminya dan bersikap tegas terhadap yang menzaliminya.
Tanpa mengetahui siapa yang menzalimi yang kita bela maka kita tidak dapat melindungi yang kita bela dengan sangat baik. Dan ketika kezaliman yang dilakukan kepada yang kita bela sudah sangat sedemikian jelasnya, maka mengutuk yang melakukan kezaliman terhadap kitia bela adalah sebuah konsekuensi logis dan sikap yang nyata.
Itulah letak penting slogan dan yel-yel "Mampus Amerika, Mampus Israel". Ini bukan hanya sebuah slogan semata untuk menegaskan posisi kita, melainkan juga menjadi sebuah doa, sebuah doa agar yang menzalimi yang kita bela benar-benar hancur sehingga tidak lagi bisa berbuat zalim.
Inilah mengapa saya katakan bahwa membela Palestina tanpa mengutuk Amerika dan Israel adalah omon-omon. Sikap mengutuk Amerika dan Israel ini adalah selemah-lemahnya yang dapat kita lakukan.
Banyak yang tanpa sadar bahwa dirinya telah menentang sikap Allah dengan merasa dirinya lebih baik dari Allah ketika mengatakan buat apa melaknat / mengutuk dengan berbagai alasan yang dikemukakan yang ingin menunjukkan sikapnya itu adalah kebaikan.
Allah SWT berifrman : "Barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam yang kekal di dalamnya. Allah murka dan melaknatnya, dan menyiapkan baginya azab yang besar." [ Q.S. An-Nisa' : 93 ]
Dalam sebuah hadist, Nabi besabda : "Takhalluq bi akhlaqillah" ("Berakhlaklah dengan akhlak Allah"). Dalam Surat An-Nisa' ayat 93, Allah melaknat orang-orang atau pihak-pihak yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja.
Jadi, melaknat / mengutuk di sini adalah sebuah bentuk kecintaan kita kepada Allah dan karenanya melakukan apa yang dilakukannya dengan benar.
Dengan benar di sini untuk menekankan bahwa yang dilaknat / dikutuk tersebut benar-benar telah terbukti kezalimannya. Bukan persoalan suka atau tidak suka.
Mengutuk / melaknat yang benar-benar zalim di sini agar kita benar-benar sadar dan karenanya menjauhi yang zalim tersebut agar terhindar dari kezalimannya, terhindari dari ikut mendukung kezalimannya, baik sadar maupun tidak sadar.
Dan ketika kita bersama-sama mengutuk / melaknat yang benar-benar zalim di sini, besar kemungkinan bahwa yang kita kutuk / laknat tersebut benar-benar hancur sehingga yang kita bela tidak akan terzalimi lagi. INGAT, ini bukan hanya mengutuk / melaknat, ini juga adalah doa. Dalam teori Law of Attraction, apa yang kita pikiran yang tertuang pada apa yang kita katakan niscaya akan terwujud apalagi ketika itu dilontarkan dengan sedemikian geram dan dahsyatnya.
Nah, lalu apa yang membuat kita masih enggan mengutuk dan melaknat Amerika dan Israel ?
Mari kita bersama-sama mengumandangkan dalam hati pekikan, "MAMPUS AMERIKA, MAMPUS ISRAEL". Semoga berkenan mengutuk Amerika dan Israel dalam kolom komentar pada postingan ini.
Semoga kita segera menyaksikan kehancuran Amerika dan Israel dan karenanya Palestina bebas dari ketertindasan, dan kita turut Andil dalam kehancuran Amerika dan Israel ini meski sangat kecil andilnya yaitu hanya melalui sikap melaknat dan mengutuk Amerika dan Israel.
Che Guevara berkata : "Jika Anda bergetar dan geram setiap melihat ketidakadilan, maka Anda adalah kawan saya."
Semoga Anda adalah kawan saya. Kita mungkin bukan saudara sedarah dan bukan saudara dalam keimanan, tapi kita saudara dalam kemanusiaan.
No comments:
Post a Comment