Jika banyak yang mencoba netral dalam hal ini atau mengusung "2 State Solution" ("Solusi 2 Negara), maka saya tidaklah netral. Ini bukan karena saya tidak cinta damai sebagaimana yang mereka opinikan terhadap yang menentang "2 State Solution, melainkan karena "2 State Solution" selama ini saya lihat tidaklah solusi, dan terbukti bukanlah solusi dalam menciptakan perdamaian. Dan karena itu, demi perdamaian itu sendiri, maka saya menentang "2 State Solution". Untuk menciptakan perdamaian, satu-satunya solusi, dan merupakan solusi yang tersisa adalah menolak eksistensi Israel dan hanya mengakui Pelastina sebagai negara yang berdaulat. Inilah "One State Solution".
Mereka yang mendukung "2 State Solution" seringkali mengusung dan mendukung gencatan senjata yang dianggapnya sebagai solusi terbaik. Namun mereka seringkali mengabaikan fakta bahwa Israel seringkali bahkan senantiasa melanggar perjanjian gencata senjata ini sehingga terus melakukan agresi kepada penduduk Palestina.
Dalam hal ini, Penelope Cruz, seorang aktris Spanyol dan Hollywood pemenang Academy Award (Oscar), berkata : "A ceasefire is the name only. Another dark day with 30 people reportedly killed only today. Nearly 500 people have been killed since the ceasefire has been in place, among them more than 100 children according UNICEF." ("Gencatan senjata hanyalah nama saja. Hari kelam lainnya dengan 30 orang dilaporkan tewas hanya hari ini. Hampir 500 orang telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, di antaranya lebih dari 100 anak-anak menurut UNICEF.").
Israel sendiri menolak mengakui Palestina sebagai sebuah negara meskipun 157 Negara Anggota PBB telah mengakui kedaulatan Palestina. Dan penolakan Israel terhadap kedaulatan Palestina dilakukan secara terang-terangan.
Bukan hanya tidak mengakui Palestina, Israel terus melakukan agresi kepada Palestina pada 15 Februari 2026, bahkan meskipun Board of Peace (BoP) telah dibentuk.
Ironisnya, BoP malah menerima Israel sebagai anggota resmi sementara tidak melibatkan sama sekali Palestina.
Dan semakin nampak keberpihakan BoP kepada Israel ketika memperlakukan Israel secara istimewa di mana Israel yang menolak iuran anggota dikabulkan oleh Amerika.
Latar belakang didirikannya BoP itu sendiri menurut saya adalah karena Amerika dan Israel sudah tidak dapat leluasa menguasai PBB. Hal ini karena sebagaimana diketahui selain 157 Negara Anggota PBB telah menyatakan dukungannya dalam forum resmi PBB, 14 dari 15 Dewan Keamanan PBB mendukung Palestina. Hanya Amerika yang menolak kedaulatan Palestina. Dan dengan Hak Vetonya, Amerika memveto keputusan Dewan Keamanan PBB untuk mengakui kedaulatan Palestina.
Kalau mau ditelusuri lebih lanjut, sudah sangat banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.
- Hukum Humaniter Internasional (HHI).
- Status Roma.
- Konvensi PBB tahun 1980 tentang Senjata Konvensional Tertentu.
Melihat semua fakta di atas, masihkan akan mengatakan kita harus netral ? Masihkah menganggap "2 State Solution" adalah solusi ? Masihkan menganggap BoP adalah solusi ?
Dalam hal ini nampaknya saya, seperti yang dikatakan Pep Guardiola, "Saya Tidak Netral. Saya Bersama Palestina."
Ah nampaknya saya jadi beralih nih dari jadi fans Manchester United menjadi fans Manchester City. Ini bukan semata karena Pep Guardiola, melainkan secara umum, Manchester City dan fansnya banyak yang mendukung Palestina.
BAGAIMANA DENGAN ANDA ???
Max Hendrian Sahuleka


No comments:
Post a Comment