Avihai Levi, an Israeli soldier who served in a prior war in Gaza, gave a speech in the Knesset on Tuesday, detailing the symptoms caused by the mental trauma he suffered from his service.
He spoke about living in constant fear, experiencing night terrors, and needing to rely on alcohol consumption to cope with traumatic memories.
Levi made the comments in a meeting with the Knesset’s Labor and Welfare Committee, where a representative of the Defense Ministry’s Rehabilitation Division told lawmakers that her department will not be able to keep up with new patients from the current war and that the ministry failed to establish a separate department for the treatment of post-traumatic stress disorder (PTSD).
The following is Avihal Levi speech on December 21, 2023, as seen in the video above:
I participated in several wars and operations, and as I hear this lady speaking falsely; I'll explain to you.
You talk about the disabled in the army while the disabled are sitting here, abandoned by you. You abandoned us, and I'm speaking about myself and him.
You have abandoned us shamelessly. Our spilled blood places a duty on each one of you to care for us. I'll give you an example: I became paralysed and extremely violent. I have debts of over 800,000 shekels. I'm restricted from all directions.
This is my wife, I almost killed her several times with my hands last year. I urinate on myself at night. I'm scared. I can't sleep in the bedroom if I don't drink a whole bottle of alcohol everyday. I can't sleep at all. I've been waiting for any help from you for a year and a half. I've been waiting for a loan for a year and a half. Why should I declare bankruptcy? I have been pleading with you for a year and a half to get a loan in order not to declare my bankruptcy. Why don't you take responsibility and get me out of this garbage we're in?
I struggle every day. I hit my wife every day. I urinate on myself. Understand, and you talk about weak people. I have a head injury from RPG. I'm talking to you as if an RPG is hitting me, and I'm fighting. I smell the scent of corpses. I gathered the injured with my hands. Where are you?
*****
Avihai Levi, seorang tentara Israel yang pernah bertugas dalam perang sebelumnya di Gaza, menyampaikan pidato di Knesset pada hari Selasa, merinci gejala yang disebabkan oleh trauma mental yang dideritanya akibat dinas militernya.
Ia berbicara tentang hidup dalam ketakutan yang terus-menerus, mengalami mimpi buruk, dan perlu mengandalkan konsumsi alkohol untuk mengatasi kenangan traumatis.
Levi menyampaikan komentar tersebut dalam pertemuan dengan Komite Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Knesset, di mana seorang perwakilan dari Divisi Rehabilitasi Kementerian Pertahanan mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa departemennya tidak akan mampu menangani pasien baru dari perang saat ini dan bahwa kementerian gagal membentuk departemen terpisah untuk pengobatan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
Berikut ini adalah pernyataan Avihal Levi pada 21 Desember 2023 sebagaimana yang dapat Anda saksikan dalam video di atas :
Saya pernah ikut serta dalam beberapa perang dan operasi, dan saat mendengar wanita ini berbicara tidak benar, saya akan menjelaskannya kepada Anda.
Anda berbicara tentang penyandang disabilitas di militer, padahal kami yang menyandang disabilitas duduk di sini, ditelantarkan oleh Anda. Anda menelantarkan kami—saya bicara mewakili diri saya sendiri dan dia.
Anda menelantarkan kami tanpa rasa malu. Darah kami yang tumpah membebankan kewajiban bagi Anda semua untuk mempedulikan kami. Saya beri contoh: saya mengalami kelumpuhan dan menjadi sangat agresif. Saya memiliki utang lebih dari 800.000 shekel. Ruang gerak saya terbatas dari segala sisi.
Ini istri saya; tahun lalu, saya hampir membunuhnya dengan tangan saya sendiri beberapa kali. Saya mengompol saat tidur di malam hari. Saya ketakutan. Saya tidak bisa tidur di kamar jika tidak minum sebotol penuh alkohol setiap hari. Saya sama sekali tidak bisa tidur. Sudah satu setengah tahun saya menunggu bantuan dari Anda. Sudah satu setengah tahun saya menunggu pinjaman. Mengapa saya harus menyatakan bangkrut? Selama satu setengah tahun saya memohon kepada Anda untuk mendapatkan pinjaman agar tidak perlu menyatakan bangkrut. Mengapa Anda tidak bertanggung jawab dan mengeluarkan kami dari situasi kacau ini?
Saya berjuang setiap hari. Saya memukuli istri saya setiap hari. Saya mengompol. Cobalah mengerti; Anda bicara soal orang-orang yang lemah. Saya mengalami cedera kepala akibat serangan RPG. Saya berbicara kepada Anda seolah-olah saya sedang dihantam RPG dan sedang bertempur. Saya mencium bau mayat. Saya mengevakuasi korban luka dengan tangan saya sendiri. Di mana Anda?
*****
Sumber :
No comments:
Post a Comment