Film ini menyoroti kisah memilukan jam demi jam terakhir dari
kehidupan Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 6 tahun. Di
tengah invasi dan kebrutalan serangan di Gaza, Hind berusaha mengungsi bersama
keluarganya menggunakan sebuah mobil untuk mencari tempat aman.
Namun,
perjalanan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika mobil mereka ditembaki.
Hind terjebak sendirian di dalam mobil tersebut setelah enam anggota
keluarganya tewas di tempat akibat serangan itu.
Inti
dari film ini berfokus pada momen-momen mencekam saat Hind, yang ketakutan dan
dikelilingi jenazah keluarganya, berhasil berkomunikasi dengan petugas layanan
darurat Bulan Sabit Merah Palestina. Selama berjam-jam, ia memohon bantuan dan
pertolongan di tengah desing peluru yang terus menghantui di sekeliling
mobilnya.
Sutradara
Kaouther Ben Hania meramu kisah ini dengan pendekatan yang unik dan emosional.
Ia menggunakan rekaman audio asli percakapan antara Hind dan para petugas
penyelamat sebagai tulang punggung narasi film.
Tanpa
perlu visualisasi yang berlebihan, suara asli Hind yang menolak menyerah pada
ketakutan menjadi teror psikologis sekaligus bukti nyata betapa setiap anak
berhak untuk dilindungi.
Selain kisahnya yang kuat, The Voice of Hind Rajab menarik
perhatian dunia karena jajaran orang di balik layarnya. Film ini diproduseri
oleh nama-nama besar Hollywood sebagai produser eksekutif, termasuk Brad Pitt,
Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Joaquin Phoenix, hingga Alfonso CuarĂ³n.
Keterlibatan mereka dianggap sebagai bentuk kolaborasi global
untuk menyuarakan kebenaran yang selama ini dibungkam.
Kualitas
film ini pun telah diakui di panggung internasional. The Voice of Hind Rajab
terpilih sebagai wakil Tunisia untuk ajang Oscar 2026 kategori Best
International Feature Film dan masuk nominasi European Film Award.
Pencapaian paling fenomenal terjadi saat pemutaran perdananya di
Festival Film Venesia, di mana film ini memenangkan penghargaan Silver Lion. Tidak
hanya itu, film ini mencatatkan sejarah dengan mendapatkan standing ovation
(tepuk tangan sambil berdiri) terlama dalam sejarah festival tersebut, yakni
selama 23 menit.
Direktur
KlikFilm, Frederica, mengungkapkan alasan membawa film ini ke tanah air.
Menurutnya, film ini lebih dari sekadar hiburan.
"Ini
bukan hanya sebuah film. Ini adalah panggilan nurani, untuk membuka mata
terhadap realitas di Gaza, melalui suara seorang anak yang tak lagi bisa
bersuara. Kami dengan senang hati menghadirkan film ini di Indonesia,"
ujar Frederica.
Film The Voice of Hind Rajab mengajak penonton untuk tidak sekadar menonton, tetapi merenungkan dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. (*)

No comments:
Post a Comment