The situation in Palestine, in Israel [and] Palestine is, it's a thing that like when I was running for governor, it came up as a question: would I speak out about it?
And I was told and I believed, and it was true, actually, at that time, that this is the third rail of American politics.
Don't talk about it, don't bring it up. Don't—essentially don't look over there. And I think I knew that there was bad stuff happening. But I just didn't look. And I think it's like so many of those issues that we all know there's something really bad going on, but if we look and we see, then we're going to feel compelled to do everything we can to stop it.
And certainly everything that has happened since October of 2023. The carpet bombing of just a really defenseless, civilian population. So many children. Nowhere to hide, nowhere to be safe.
Every institution destroyed. Every university, school, hospital. So many journalists targeted, so many aid workers. And any people that make life rich and livable. And just the mass starvation that's happening now.
But I also take heart and hope from how much political and public opinion is changing on this issue. I mean, in New York, Zohran Mamdani—I mean, not just running as a Muslim New Yorker, but running as a person who is not silencing himself when it comes to what he sees happening in Gaza. That he can speak the truth and still ask for New Yorkers' vote, and that it's not only not disqualifying, but something that has made New Yorkers flock to him.
*****
Situasi di Palestina—di Israel [dan] Palestina—adalah hal yang sempat muncul sebagai pertanyaan saat saya mencalonkan diri sebagai gubernur: apakah saya bersedia angkat bicara mengenai masalah ini?
Saat itu, saya diberi tahu—dan saya pun memercayainya, karena memang benar adanya—bahwa isu ini adalah "rel ketiga" dalam politik Amerika (topik yang sangat berbahaya dan tabu untuk disentuh).
Jangan dibicarakan, jangan diungkit. Jangan—pada intinya—menoleh ke arah sana. Saya sebenarnya tahu ada hal-hal buruk yang sedang terjadi. Namun, saya memilih untuk tidak melihatnya. Menurut saya, ini seperti banyak isu lain di mana kita semua tahu ada sesuatu yang sangat buruk sedang berlangsung, tetapi jika kita benar-benar melihat dan menyaksikannya, kita akan merasa terdorong untuk melakukan segala upaya guna menghentikannya.
Terutama dengan segala peristiwa yang terjadi sejak Oktober 2023. Pemboman besar-besaran yang menyasar penduduk sipil yang sama sekali tak berdaya. Begitu banyak anak-anak. Tidak ada tempat untuk berlindung, tidak ada tempat yang aman.
Setiap institusi hancur lebur. Universitas, sekolah, rumah sakit—semuanya hancur. Begitu banyak jurnalis dan pekerja kemanusiaan yang menjadi sasaran. Juga orang-orang yang membuat kehidupan menjadi bermakna dan layak dijalani. Belum lagi bencana kelaparan massal yang sedang terjadi saat ini.
Namun, saya juga merasa optimis dan menaruh harapan melihat betapa besarnya perubahan opini publik dan pandangan politik terkait isu ini. Maksud saya, lihatlah Zohran Mamdani di New York; dia tidak hanya mencalonkan diri sebagai seorang Muslim warga New York, tetapi juga sebagai sosok yang menolak untuk bungkam mengenai apa yang ia lihat terjadi di Gaza. Dia berani menyuarakan kebenaran sembari tetap meminta dukungan suara warga New York, dan hal itu—alih-alih membuatnya dianggap tidak layak—justru membuat warga New York berbondong-bondong memberikan dukungan kepadanya.
*****
Sumber :
No comments:
Post a Comment