London menjadi saksi konser penggalangan dana terbesar untuk Palestina. Bertajuk "Together for Palestine", konser amal ini menghadirkan puluhan seniman, aktor, dan aktivis di Wembley Arena pada Rabu malam, 17 September 2025.
Konser bertema Together For Palestine ini merupakan konser penggalangan dana untuk Palestina yang terbesar. Benedict Cumberbatch tampil membacakan puisi karya penyair Palestina Mahmoud Darwis.
Jurnalis Amerika, Mehdi Hasan, berbicara tentang ratusan jurnalis Palestina yang terbunuh akibat serangan Israel. Konser amal ini digagas oleh produser legendaris Brian Eno yang juga terkenal karena aktivisme kemanusiaannya.
Dana jutaan dollar AS yang terkumpul melalui konser ini akan didonasikan kepada organisasi-organisasi kemanusiaan di Palestina, seperti Palestine Medical Relief dan Taawon.
Acara "Together for Palestine" yang berlangsung pada 17 September 2025 di OVO Arena Wembley, London dengan kapasitas sekitar 12.500 penonton, tiketnya terjual habis,
Acara ini diselenggarakan oleh seniman Brian Eno dan rekan penyelenggara Khaled Ziada (pendiri sekaligus direktur London Palestine Film Festival), acara ini menghadirkan deretan artis ternama, antara lain: Bastille, Damon Albarn, Jamie xx, James Blake, Paul Weller, Nadine Shah, Neneh Cherry, PinkPantheress, Paloma Faith, serta musisi Palestina seperti Adnan Joubran, Faraj Suleiman, Saint Levant, Elyanna, dan Nai Barghouti.
Eno juga melibatkan musisi dan seniman Palestina dan non-Palestina dalam konser amal ini, seperti Paloma Faith, Nai Barghouti, Orkestra Arab London, dan band Inggris Gorillaz. Richard Gere, Riz Ahmed, Guz Khan, dokter Ghasan Abu-Sittah, penyintas Holokaus Stephen Kapos, dan lain-lain bergantian menyampaikan pesan.
Malam itu juga diisi dengan pidato dan penampilan dari Francesca P. Albanese, Benedict Cumberbatch, Florence Pugh, Riz Ahmed, Nicola Coughlan, Richard Gere, Eric Cantona, dan tenaga medis yang bertugas di Gaza, serta pesan-pesan rekaman dari berbagai seniman di seluruh dunia. Konser ini berhasil menggalang dana sebesar £1,5 juta untuk organisasi kemanusiaan yang dipimpin oleh pihak Palestina.
Suasana hening adalah hal yang langka di arena yang dipenuhi ribuan orang—termasuk aktor papan atas seperti Benedict Cumberbatch, Riz Ahmed, dan Guy Pierce, serta seniman ternama seperti Elyanna, Bastille, dan Saint Levant.
Namun, keheningan menyelimuti suasana saat Mehdi Hasan menyampaikan pidato yang menyayat hati sekaligus menggugah semangat di hadapan 13.000 penonton yang memadati Wembley Arena, London, dalam konser penggalangan dana bertajuk ‘Together For Palestine’. Dan di bawah ini adalah orasi atau pernyataan Mehdi.
"Kita telah dibohongi, dimanipulasi, disesatkan, dan diperdaya," ujar pendiri Zeteo tersebut, seraya menyoroti kegagalan media arus utama dalam membela rakyat Palestina, bahkan sikap mereka yang mengabaikan kematian rekan-rekan jurnalis Palestina yang gugur saat meliput genosida di Gaza. "Sungguh memalukan bagi para jurnalis Barat yang tidak mengucapkan sepatah kata pun mengenai pembunuhan massal terhadap rekan sejawat mereka di Palestina. Sungguh memalukan."
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah menewaskan 270 jurnalis di Gaza. Wilayah sempit yang hanya membentang sepanjang 25 mil (41 km) dengan lebar 6 mil (10 km) ini kini menjadi tempat paling mematikan bagi jurnalis dalam sejarah.
Menjelang tahun kedua genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza, Israel telah menjatuhkan bom dengan daya ledak setara lebih dari enam bom atom di wilayah pendudukan tersebut. Meski demikian, Mehdi mengingatkan hadirin bahwa kebenaran jauh lebih tangguh daripada bom-bom Israel.
"Mereka [jurnalis Palestina] telah menunjukkan kepada dunia bahwa kebenaran tidak bisa dimusnahkan dengan bom."
*****
Sumber :
No comments:
Post a Comment