Peristiwa Gaza sungguh ajaib. Saya kira belum pernah ada dalam sejarah, satu-satunya dalam sejarah manusia. Penduduk Gaza itu seperti sedang memerankan ayat-ayat Al-Quran dengan sangat rinci seakan ayat Al-Quran itu memang diturunkan untuk mereka.
Sekarang kita lihat kelompok mereka, ada yang pejuang dan ada rakyat biasa. Firman Allah SWT adalah Surat Ali Imran ayat 142, "Apakah kalian kira akan masuk surga padahal Allah belum uji kalian untuk seleksi siapa yang berjihad dan yang bersabar?"
Lihatlah itu di Gaza! Allah seperti buat drama Gaza untuk tunjukkan siapa itu pejuang dan siapa yang sabar. Tanpa drama itu, kita hanya bisa ucapkan ayat itu. Itulah Gaza. Kita lihat warganya, rakyat biasa.
Simak ayat ini, Surat Al-Baqarah ayat 155, "Kami akan uji kalian". Bayangkan Allah yang katakan itu. Kata itu diucapkan dengan 3 perangkat lafaz penguat, yang berarti sangat pasti dan yang terpenting adalah ini perkataan Allah.
Hidup ini akan berjalan sesuai perintah-Nya. "Sungguh Kami pasti akan uji kalian dengan rasa takut, lapar, dan kehilangan segala."
Betapa pun yang kita lihat adalah starvation, Gaza diboikot dari makanan dan minuman. Tapi itu ujian yang diberikan Allah. Ujian rasa takut dialami Gaza; ujian rasa lapar dialami Gaza; ujian kehilangan harta, semua sudah rata tanah; kehilangan nyawa kerabat, tiap saat terjadi; kehilangan kebun, masih terjadi. Allah katakan: "Aku uji kalian".
Demi Allah, ujian itu Allah pilih untuk Gaza, karena kaum yang lain tak akan mampu.
OK, kita lihat penutup ayat ini! Kabar gembira untuk yang sanggup untuk sabar. Rasa takut, lapar, kehilangan ... kalian takkan sanggup karena itu hanya untuk orang-orang yang istimewa di sisi Allah.
Rakyat biasa Gaza yang ajarkan kita tentang ayat itu. Bukan ustad-ustad di podium. Penceramah semua tahu lanjutan ayat: "Orang sabar adalah yang jika dapat musibah, ia akan katakan inna lillahi wa inna ilaihi roji'uun."
Lihatlah para ibu di Gaza! Rumahnya hancur, anaknya gugur, lalu katakan "Ya Allah, kami ridha dengan ujian dari-Mu."
Demi Allah, tak ada yang sanggup tak menangis melihat hal ini. Mereka paham janji besar Allah kepada yang sabar. Ayat ini dengan sempurna diperankan Ahli Gaza.
Setidaknya 3 janji Allah untuk yang sabar: Pertama, mendapatkan kabar gembira khusus dari Allah. Kedua, Allah menyayangi orang yang sabar. Para ahli ibadah, semua kejar ini sepanjang hidup. Ketiga, Allah pasti akan selalu menyertai yang sabar.
Demi Allah, kebaikan yang didapat orang yang sabar itu tak akan bisa diraih meski seluruh dunia kompak mewujudkannya. Itulah istimewanya orang yang sabar. Itu ayat dari warga biasa Gaza.
Sekarang para pejuang. Mereka ini menjual dirinya kepada Allah, dan Allah membelinya. Mereka menjual, Allah membeli. Kontraknya dalam Surat At-Taubah ayat 111, "Sungguh Allah telah membeli dari orang yang beriman berupa jiwa dan harta mereka dengan harga surga."
Lalu Surat Al-Hajj ayat 39, "Diserukan [berperang] kepada orang yang diperangi dan dizalimi. Sungguh Allah kuasa memberikan kemenangan." Itu firman Allah. Dalam kondisi ini, seluruh dunia wajib turut, betapa pun kecil kekuatannya, karena urusan menang sepenuhnya urusan Allah SWT.
Ada juga ayat tentang masa lalu yang juga berlaku untuk Gaza. Allah nyata dalam Al-Hasyr ayat 2, "Mereka (Yahudi Nadhir) kira benteng mereka kuat lindungi diri mereka dari tentara Allah", yaitu saat mereka dikepung pasukan Madinah karena langgar perjanjian masih diterima jika mereka banggakan bentengnya yang tak bisa ditembus umat Islam. Tapi mereka katakan tak bisa ditembus Allah sekali pun. Itulah yang dikatakan Perdana Menteri Israel bahwa Gaza akan mereka hancurkan meski Gaza bersama Allah.
Itulah ayatnya. Nyatanya mereka amat takut meski berhadapan dengan satu pejuang Gaza. Berikutnya bantuan yang diterima Israel dalam Surat Al-Anfal ayat 36, "Orang-orang kafir kerahkan hartanya habis-habisan untuk halangi jalan Allah." Mereka kerahkan semua untuk muluskan rencana mereka, "Mereka hanya akan merugi, kemudian kalah. Dan orang-orang kafir itu akan digiring ke jahannam."
Saudaraku, Gaza itu menjadi pembeda antara yang bersih dan kotor. Banyak yang bertanya, mengapa ini lama sekali?
Surat Ali Imran ayat 179, "Allah tak akan biarkan kalian bercampur dengan kaum munafiq." Di antara kalian kaum mukmin, masih banyak yang kemunafikannya belum terbongkar hingga Allah bersihkan kalian dari yang kotor, dan kemenangan itu segera datang."
No comments:
Post a Comment