Professor Avi Shlaim said :
Zionism is racism. Israel cannot be both. Israel is either a racist Jewish state or it's a democratic state for everybody. And that's what I would like Israel to be. I'd like a democratic solution, one state, with equal rights for all its inhabitants.
Your organisation, Human Right Watch, issued a report last year about Israel and the conclusion was: it is an aphartheid state. And there are four major human rights groups in the last two years who issued similiar reports, reached the same conclusion: Israel is an apartheid state.
So, apartheid is racism. Apartheid is discrimination. Nut, Israel is the only member of the United Nations that I know, which is officially racist. And I say this because of the July 2018 Nation State Law, which says the Jews have a unique right to self-determination in Israel. Unique means exclusive, it means Arabs have no right to self-determination. It means even if Arabs became a majority, they would still have no right to self-determination.
So most certainly Zionism is a racist ideology and it is largely responsible for the Nakba that has unfolded throughout the last century and continous today.
*****
Profesor Avi Shlaim berkata :
Zionisme adalah rasisme. Israel tidak bisa menjadi keduanya sekaligus. Israel harus memilih: apakah menjadi negara Yahudi yang rasis atau negara demokratis bagi semua orang. Dan itulah wujud Israel yang saya harapkan. Saya menginginkan solusi demokratis—satu negara—dengan hak-hak yang setara bagi seluruh penduduknya.
Organisasi Anda, Human Rights Watch, menerbitkan laporan tahun lalu mengenai Israel dengan kesimpulan bahwa Israel adalah negara apartheid. Selain itu, dalam dua tahun terakhir, ada empat kelompok hak asasi manusia terkemuka lainnya yang menerbitkan laporan serupa dan mencapai kesimpulan yang sama: Israel adalah negara apartheid.
Jadi, apartheid adalah rasisme. Apartheid adalah bentuk diskriminasi. Israel adalah satu-satunya negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang saya ketahui secara resmi bersikap rasis. Saya mengatakan hal ini karena adanya Undang-Undang Negara Bangsa (Nation-State Law) bulan Juli 2018, yang menyatakan bahwa kaum Yahudi memiliki hak istimewa untuk menentukan nasib sendiri di Israel. Kata "istimewa" di sini bermakna eksklusif; artinya, orang Arab tidak memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri. Hal ini berarti, bahkan jika orang Arab menjadi kelompok mayoritas sekalipun, mereka tetap tidak akan memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri.
Dengan demikian, sudah pasti bahwa Zionisme adalah ideologi rasis dan merupakan penyebab utama peristiwa Nakba yang telah berlangsung sepanjang abad terakhir serta masih terus berlanjut hingga hari ini.
*****
Sumber :
No comments:
Post a Comment