Israeli forces reportedly killed Amir Ahmad Jawad Jaber, a 15-year-old Palestinian teenager, during a raid in the occupied West Bank on Monday.
The Palestinian Ministry of Health stated that Jaber died after being shot in the head and chest in the Um al-Sharayet neighbourhood.
Laila Ghannam (Governor of Ramallah and Al-Bireh) said : "Today, this was a clear-cut execution in broad daylight. It was an invasion of the area and the execution of this young man. This is a disgrace to all institutions who claim to uphold democracy and human rights. When it comes to our cause, they see nothing but this occupation, which is escalating the terror every single day, not only accross Palestine, but throughout the entire region."
Israeli human rights group, B'Tselem reported on Monday that Israeli forces are killing Palestinian children in the West Bank at the highest rate since 1967, with 54 children shot dead in 2025 alone. Despite the high child death toll, no one has been held accountable, and there are no known indictments linked to the killings since October 2023.
*****
Pasukan Israel dilaporkan menewaskan Amir Ahmad Jawad Jaber, seorang remaja Palestina berusia 15 tahun, dalam sebuah penggerebekan di Tepi Barat yang diduduki pada hari Senin.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa Jaber meninggal dunia setelah tertembak di bagian kepala dan dada di kawasan Um al-Sharayet.
Laila Ghannam (Gubernur Ramallah dan Al-Bireh) mengatakan: "Hari ini, terjadi eksekusi terang-terangan di siang bolong. Ini adalah sebuah invasi ke wilayah tersebut yang berujung pada eksekusi terhadap pemuda ini. Hal ini merupakan aib bagi semua institusi yang mengaku menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia. Terkait perjuangan kami, mereka tidak melihat apa pun selain pendudukan ini, yang terus meningkatkan teror setiap harinya—tidak hanya di seluruh Palestina, tetapi juga di seluruh kawasan ini."
Kelompok hak asasi manusia Israel, B'Tselem, melaporkan pada hari Senin bahwa pasukan Israel menewaskan anak-anak Palestina di Tepi Barat dengan tingkat tertinggi sejak tahun 1967, di mana 54 anak tewas tertembak pada tahun 2025 saja. Meskipun jumlah kematian anak sangat tinggi, tidak ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban, dan tidak ada dakwaan yang diketahui terkait dengan pembunuhan-pembunuhan tersebut sejak Oktober 2023.
*****
Sumber :
Lagi-lagi Israel menunjukkan kebiadabannya dengan membunuh seorang remaja berusia 15 tahun. Pertanyaannya, lalu apa sikap kita ?
ReplyDeleteAllah SWT berfirman : "Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah (neraka) Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang sangat besar." [ Q.S. An-Nisa' : ayat 93 ]
Salah satu yang bisa kita lakukan adalah mengutuk dan melaknat Israel atas kebiadabannya yang terus dilakukan ini. "Mampus Israel !". Semoga Allah mempercepat kehancuran Israel sehancur-hancurnya sebagaimana Allah menghancurkan bangsa-bangsa / kaum-kaum terdahulu yang zalim. Aamiin. Allahumma shali 'ala Muhammad wa aali Muhammad.
Free Palestine ✊🏻
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Max Hendrian Sahuleka
https://voiceofpalestina.blogspot.com/2026/06/remaja-palestina-tewas-setelah-ditembak-oleh-pasukan-israel-dalam-sebuah-penggerebekan-di-tepi-barat.html