Lautan massa pro-Palestina penuhi jalanan Sydney, Australia, pada hari Minggu, 3 Agustus 2025.
Julian Assange, pendiri WikiLeaks, juga terlihat turut bergabung dalam demonstrasi ini.
Kepolisian New South Wales mencatat ada sekitar 90.000 orang yang ikut demonstrasi ini. Namun, menurut penyelenggara, Palestine Action Group Sydney, jumlah peserta sebenarnya disebut mencapai 300.000.
Jembatan Pelabuhan Sydney pun ditutup selama beberapa jam untuk lalu lintas kendaraan.
Aksi ini berlangsung setelah Perancis, Inggris, dan Kanada menyatakan niat mereka untuk mengakui Palestina sebagai negara pada pertemuan PBB bulan September mendatang (2025).
Keputusan sejumlah sekutu dekat Israel ini mencerminkan meningkatnya kecaman internasional terhadap pembatasan bantuan makanan dan logistik ke Gaza. Pembatasan tersebut telah menyebabkan meluasnya malnutrisi dan bencana kelaparan di Gaza.
No comments:
Post a Comment