Pemimpin tertinggi Iran yang juga Presiden Iran (1981-1989), Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengirim surat pada mahasiswa pendukung Palestina yang berada di Amerika Serikat (AS).
Khamenei mengatakan bahwa para mahasiswa yang pro-Palestina adalah generasi muda dengan hati nurani yang baik. Sebab, mahasiswa yang mendukung Palestina tersebut mau berdiri di sisi yang benar dari sejarah yang sedang berlangsung.
Pasalnya, sampai saat ini perang di Gaza masih berkecamuk. Yakni antara Israel dengan kelompok Hamas Palestina.
Dikutip dari rilis Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada Jumat (31/5/2024), berikut ini pesan dari Khamenei.
"Kalian saat ini telah menjadi bagian dari front perlawanan, dan di bawah tekanan brutal dari pemerintah kalian yang secara terbuka membela rezim Zionis penjajah dan kejam, kalian telah memulai sebuah perjuangan yang terhormat," terangnya. Front perlawanan besar di tempat yang jauh telah berjuang dengan persepsi dan perasaan para mahasiswa saat ini selama bertahun-tahun.
Tujuan dari perjuangan ini adalah untuk menghentikan penindasan nyata yang dilakukan oleh jaringan teroris kejam bernama “Zionis” terhadap bangsa Palestina bertahun-tahun yang lalu dan telah menempatkan mereka di bawah tekanan dan penyiksaan paling berat setelah menduduki negara mereka.
"Genosida yang dilakukan rezim apartheid Zionis saat ini merupakan kelanjutan dari perilaku sangat kejam dalam beberapa dekade terakhir," ungkap dia.
Dijelaskan, sejak hari pertama, rezim Zionis menggunakan kebijakan "tangan besi" terhadap rakyat Palestina yang tidak berdaya.
Serta mengabaikan semua nilai-nilai hati nurani, kemanusiaan dan agama, meningkatkan kekejaman, teror dan penindasan dari hari ke hari.
Pemerintah AS dan sekutunya bahkan tidak merasa sedih atau menyesal melihat terorisme sebuah negara dan penindasan yang berkelanjutan.
Bahkan saat ini, beberapa pernyataan pemerintah AS mengenai kejahatan mengerikan di Gaza lebih bersifat munafik daripada kenyataan.
"Saya ingin meyakinkan kalian bahwa saat ini situasinya sedang berubah. Nasib lain menanti kawasan sensitif Asia Barat. Banyak hati nurani telah terbangun dalam skala global dan kebenaran tengah terungkap. Front perlawanan menjadi semakin kuat dan kokoh. Sejarah juga tengah berubah," ungkapnya.
Selain para pendukung Palestina, mahasiswa dari puluhan universitas di AS, universitas dan orang-orang di negara lain juga ikut bangkit.
Pendampingan dan dukungan para dosen universitas bagi mahasiswa merupakan peristiwa yang penting dan efektif.
Hal ini dapat sedikit melegakan mengingat betapa parahnya tindakan polisi pemerintah dan tekanan yang mereka berikan kepada para mahasiswa.
"Saya juga bersimpati kepada kalian, kaum muda, dan menghormati resistensi kalian," tuturnya.
Dengan mempelajari dan mengikuti perintah-perintah Allah dan ratusan perintah serupa, dia berharap front perlawanan akan maju dan meraih kemenangan.
No comments:
Post a Comment